<?xml version="1.0" encoding="ISO-8859-1"?>
<rss version="2.0">
<channel>
<title>FNSIndonesia.org</title>
<link>FNSIndonesia.org</link>
<description>FNSIndonesia.org</description>
<language>Indonesian</language>
<copyright>FNSIndonesia.org</copyright>
<pubDate>Thu, 23 Feb 2012 10:46:00 10:46:19</pubDate>


 
<item>
<title>Pertemuan Alumni IAF dan Penetapan Komunitas Alumni IAF</title>
<link>http://www.fnsindonesia.org/v2/article.php?id=11088</link>
<pubDate>Thu, 16 Feb 2012 12:00:00 GMT</pubDate>
<description>Pada 4 Februari 2012 sekitar tiga
puluh alumni IAF (International Academy for Leadership) dari Indonesia dan
Malaysia bertemu di Jakarta dalam rangka menghadiri seminar yang dibawakan oleh
ahli komunikasi asal Jerman, Bapak Arno Keller yang juga merupakan pengajar di
IAF.</description>
</item>

<item>
<title>Memperkenalkan Yayasan Politik Jerman di Indonesia</title>
<link>http://www.fnsindonesia.org/v2/article.php?id=11087</link>
<pubDate>Wed, 15 Feb 2012 12:00:00 GMT</pubDate>
<description>Friedrich-Naumann Foundation Indonesia bersama dengan Friedrich-Ebert Foundation dan Hans-Seidel Foundation, mempresentasikan visi dan misi yayasan politik Jerman di Indonesia</description>
</item>

<item>
<title>FNF Indonesia Resident Representative met the Democrat Party Chairman Anas Urbaningrum </title>
<link>http://www.fnsindonesia.org/v2/article.php?id=11086</link>
<pubDate>Wed, 08 Feb 2012 12:00:00 GMT</pubDate>
<description> 
During the meeting Anas Urbaningrum
and Rainer Erkens discussed the partnership that has been 
established between Democrat Party and the Friedrich Naumann Stiftung 
fur die Freiheit in the past and also what how it can continue in the future. Party
Chairman Anas Urbaningrum expressed his appreciation for the 
excellent cooperation and his hope to continue with the cooperation in the future, not only in&amp;nbsp; Jakarta but
 also in other cities in Indonesia.
At this occasion Rainer Erkens also presented a plan regarding the visit of Arno 
Keller, a political strategy consultant of IAF International
Academy, Gummersbach,
Germany, who is coming to Indonesia in order to give a workshop at the
 Cadre and Training Division of Democrat Party on February 5th 2012 as well as a seminar on Pancasila and Liberalism on the following day. </description>
</item>

<item>
<title>Publikasi: Membela Kapitalisme Global</title>
<link>http://www.fnsindonesia.org/v2/article.php?id=11085</link>
<pubDate>Thu, 26 Jan 2012 12:00:00 GMT</pubDate>
<description>Dewasa ini banyak yang orang memandang globalisasi sebagai ancaman,&amp;nbsp; 
sebagai sesuatu yang dilakukan oleh orang-orang lain, sementara kita 
terkena imbasnya dengan terpaksa beradaptasi dengannya. Pada 
saat ini hampir 60 orang sedang terangkat dari kemiskinan absolut 
mereka, setiap menit sepanjang hari. tidak pernah sebelumnya kemanusiaan
 menyaksikan perbaikan standar sedramatis ini. Dengan kata lain, semua 
ini berkat sebuah proses yang bernaka globalisasi.</description>
</item>

<item>
<title>Yang Terlarang Bersujud</title>
<link>http://www.fnsindonesia.org/v2/article.php?id=11084</link>
<pubDate>Thu, 12 Jan 2012 12:00:00 GMT</pubDate>
<description>
Dia 
mengerutkan kening. Maaf, sebenarnya saya tidak tahu pasti apakah  dia 
mengerutkan kening. Saya duduk tepat di belakangnya. Saya menduga  dia 
mengerutkan kening. Berpikir keras. Lalu sampai pada kesimpulan.  
Akhirnya dia berujar, “memang mereka beribadah. Tapi mereka bohong.  
Mereka menyebarkan ajaran di situ. Masyarakat tidak suka. Mereka juga  
bohong karena bilang masyarakat mengganggu mereka. Mana ada masyarakat  
yang mengganggu. Kita hidup rukun.” 
&amp;nbsp; 
“Orang lain juga bisa 
menyebarkan ajaran kepada mereka. Menyebarkan  ajaran yang dianggap baik
 kan tidak dilarang,” kalimat saya diinterupsi  suara klakson yang ia 
tekan keras-keras entah untuk apa. Mungkin ada  motor yang memotong 
jalannya. Saya tidak lihat.</description>
</item>

<item>
<title>Menggagas Efektivitas Pemerintahan Desa di Wonosobo</title>
<link>http://www.fnsindonesia.org/v2/article.php?id=11082</link>
<pubDate>Fri, 02 Dec 2011 12:00:00 GMT</pubDate>
<description>Di
masa Orde Baru dulu, cara yang dipakai untuk mengesankan “seolah-olah”
penilaian terhadap kinerja pemerintahan desa telah dilakukan adalah dengan
mengadakan LOMBA DESA. Namun
semua tahu kriteria penilaian yang digunakan sangat artifisial, semata
mengandalkan tampilan fisik. Maka ketika acara Lomba Desa akan diadakan, semua
desa berlomba ‘mempercantik diri’ dengan menambah pot-pot bunga, mengecat Balai
Desa, dan sedikit menambal di sana-sini jalan-jalan desa. </description>
</item>

<item>
<title>“Ancaman Kolektivisme” Buku Klasik Hayek yang Menentang Sosialisme</title>
<link>http://www.fnsindonesia.org/v2/article.php?id=11081</link>
<pubDate>Tue, 29 Nov 2011 12:00:00 GMT</pubDate>
<description>
Hanya
sedikit buku yang memberi pengaruh kepada anggota keluarga liberal seperti buku
“Ancaman Kolektivisme”. Buku ini ditulis pada tahun 1944 oleh penulis Austria
yang diasingkan ke Inggris bernama Friedrich August Hayek. Saat ini terjemahan
bahasa Indonesianya yang berjudul “Ancaman Kolektivisme” telah dipublikasikan
di Jakarta olehFreedom Institute dan Friedrich-Naumann-Stiftung
für die Freiheit. Dan bisa
didapatkan melalui kedua institusi tersebut. 
&amp;nbsp; 
Siapakah
Friedrich Hayek dan apa yang membuat buku ini sangat penting?</description>
</item>

<item>
<title>Asian Liberals and Democratas Meet on Bali to Discuss Pluralism</title>
<link>http://www.fnsindonesia.org/v2/article.php?id=11080</link>
<pubDate>Thu, 24 Nov 2011 12:00:00 GMT</pubDate>
<description>
Finally the Council of Asian Liberals and Democrats CALD held its first
conference in Indonesia.
Following the invitation of its new member party from Indonesia, the PDI-P delegates representing
political parties from 13 Asian countries met in early November 2011 on the
beautiful island
 of Bali in order to
discuss the relationship between pluralism, development and democracy. </description>
</item>

<item>
<title>Indonesia Liberal Youth Freedom Network Established</title>
<link>http://www.fnsindonesia.org/v2/article.php?id=11079</link>
<pubDate>Thu, 24 Nov 2011 12:00:00 GMT</pubDate>
<description>Several
time ago in October, some students alumni of the Liberal workshop Akademi
Merdeka I to V, re-assembled at Sentul, Bogor,
West Java.</description>
</item>

<item>
<title>Experiences from IAF and RED course in Germany</title>
<link>http://www.fnsindonesia.org/v2/article.php?id=11078</link>
<pubDate>Tue, 15 Nov 2011 12:00:00 GMT</pubDate>
<description>In 2010, the foundation received a notification
from InWent in Germany of an
opportunity to recommend a participant from the foundation’s partner
organization to attend a one-year course in Germany on : “Regional Economic
Development”. The offer has been immediately taken by the local government,
sending Ms. Aldhiana Kususmawati as participant. The course ended in October
2011.&amp;nbsp; </description>
</item>

  
</channel>
</rss>
